Jl. Kalijaga Raya No.25 Penggaron Kidul Pedurungan, Semarang
madaniadventure@gmail.com

Outbound Semarang (085 226 668 920) : Mengembangkan Kecerdasan Anak Melalui Kegiatan Outbound

081 255 225 56 | Outbound Semarang | Outbound Bandungan

Outbound Semarang : Lembaga Outbound Madani Indonesia (085 226 668 920)

Secara fungsional, otak manusia akan terus berkembang sampai dengan usia 50 tahun. Hal itu akan terjadi bila manusia selalu aktif berpikir dan beraktivitas secara fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan secara benar akan berdampak positif pada daya tahan berpikir.
Aktivitas jasmani merupakan kondisi lingkungan yang harus diciptakan oleh para orangtua agar anaknya mencapai dan memiliki perkembangan otak yang sempurna. Secara fisiologis aktivitas jasmani akan memacu perkembangan otak melalui pemenuhan kebutuhan energi otak yang berupa darah dan oksigen. Perkembangan otak yang baik akan berpengaruh terhadap berbagai kemampuan inteligensi (kecerdasan) individu. 
Delapan jenis kemampuan inteligensi seseorang menurut theory of multiple intelligences dari Gardner (AAHPERD, 1999: 169-171), yaitu:
1. Bodily-kinesthetic intellegence
    Bodily-kinesthetic intellegence berkaitan dengan kemampuan memecahkan masalah dan kreativitas     siwa melalui pemanfaatan aktivitas secara fisik.
2. Spatial
    Spatial intellegence yaitu berkaitan dengan pemahaman terhadap ruang dan objek, perasaan dan         kemampuan memvisualisasikan ke dalam bentuk yang nyata.
3. Interpersonal
    Interpersonal intellegence adalah kemampuan memahami dan berkomunikasi dengan orang lain. 
4. Musical
 Musical intellegence berhubungan dengan suara dan kemampuan menginterpretasikan serta mengekspresikannya dalam bentuk gerak, seperti menyanyi dan menari.

5. Liguistic
  Liguistic intellegence melibatkan penggunaan kata-kata secara efektif dalam pembicaraan atau menulis.

6. Logical-mathematical
    Logical-mathematical intellegence adalah kemampuan berargumentasi, menggunakan angka-angka dalam berbagai permasalahan, penyajian presentasi yang urut, berpikir kritis, dan latihan memecahkan masalah.

7. Intrapersonal
   Intrapersonal intellegence adalah berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengetahui dan memahami kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya.

8. Naturalistic intellegence
  Naturalistic intellegence adalah berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memelihara dan memanfaatkan alam sekitar (flora dan fauna) bagi kehidupannya.
Delapan jenis kemampuan inteligensi tersebut, dapat ditingkatkan dan dikembangkan melalui aktivitas jasmani seperti outbound, karena selama proses aktivitas jasmani akan selalu terjadi komunikasi dan interaksi antar individu. Selain aktivitas fisik jelas memerlukan kebugaran jasmani, kebugaran mental juga diperlukan di antaranya adalah proses berpikir saat latihan.
Gardner menegaskan bahwa perbedaan individu dalam merespons lingkungan sebagai media belajar akan berpengaruh kuat terhadap inteligensi anak. Dengan kata lain, lingkungan belajar berupa aktivitas jasmani akan berdampak positif pada kemampuan inteligensi seseorang. Dengan demikian, para orangtua atau guru harus mampu menciptakan kondisi lingkungan dan belajar yang kondusif, terutama melalui aktivitas jasmani, agar perkembangan otak anak didiknya dapat lebih baik. 
Outbound merupakan aktivitas jasmani yang disusun dan dilakukan di luar ruangan (alam bebas). Bagi anak-anak out bound pada dasarnya aktivitas jasmani yang dilakukan di alam bebas. Tujuan outbound adalah untuk mengatasi situasi dan kondisi alam bebas yang umumnya penuh dengan tantangan. Selai itu, tujuan dari Out bound (aktivitas jasmani) yaitu untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan, baik secara jasmani maupun rohani.
Kami Lembaga Outbound Madani 085226668920, sebagai pelaksana outbound profesional semarang memberikian jasa penyedia outbound untuk anak – anak. Kami selalu memilih alam bebas yang penuh dengan tantangan yang sangat menyenangkan untuk anak – anak. Kami, Lembaga Outbound Madani turut serta membangun bangsa dengan memberikan outbound anak – anak untuk mengembangkan kecerdasan otak. 
Sumber :  Jurnal ISSA/Jurnal Ilmiah Keolahragaan Februari 2012, Th. I, No. 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *